Cara Plester Dinding & Cara Mengaci yang Baik dan Benar

Artikel tentang cara plester dinding dibuat oleh tim konten TUKANG. Setiap hari, akan ada cerita baru untuk anda.

Tahukah Anda, bagaimana cara plester dinding yang benar? Memplester adalah salah satu pekerjaan dimana merekatkan campuran semen ke dinding supaya permukaannya rata. Adapun bahan yang biasa digunakan untuk memplester yaitu mortar (plesteran) yang terbuat dari campuran semen, pasir, dan juga air.

Pekerjaan plesteran pada dinding harus dilakukan dengan benar agar tidak mudah retak, selain dari sisi teknik plester dan acian yang harus dilakukan dengan benar, campuran bahan pembuatan adonan semen untuk plesteran dan acian harus dibuat dengan benar.

Cara Plester Dinding

Berdasarkan aspek konstruksi, penerapan metode plester ini akan mampu meningkatkan kekuatan dinding dan melindunginya dari kondisi yang ekstrim seperti panas dan hujan. Hal ini tentu juga sangat berguna untuk menjaga kondisi dinding pada rumah Anda. Yuk, kita kupas lebih detail lagi mengenai cara plester dinding dan cara mengaci dinding yang baik dan benar.

Plester dan Acian Dinding

Perlu Anda ketahui bahwa tujuan utama memplester dinding ialah untuk membuat permukaannya semakin rapi, bersih, dan juga indah. Selain itu, plester juga bisa membantu meningkatkan kekuatan dinding dan menyamarkan kecacatan yang kemungkinan dapat timbul. Tak hanya itu, plester juga bisa melindungi dinding dari kondisi cuaca dan iklim yang ekstrim.

Baca Juga : Merk Semen Terbaik

Plester juga bisa menjadikan permukaan dinding tidak mudah kotor, mudah dicat, dan dibersihkan. Berdasarkan bahan penyusunnya, plester terdiri dari 3 jenis yaitu plester kapur, plester semen, dan juga plester tanah liat. Ada 3 cara plester dinding yang dibedakan berdasarkan bahan utama untuk plesteran.

  • Plester tanah liat berasal dari tanah liat yang dicampur jerami atau kotoran sapi, umumnya plester ini diaplikasikan pada bangunan rumah tradisional.
  • Plester kapur adalah plester yang terbuat dari bahan kapur dan juga pasir, adapun kapur yang digunakan sudah diolah terlebih dahulu. Plester kapur dan plester tanah liat saat ini sudah ditinggalkan karena ketersediaan dan harga semen yang semakin terjangkau.
  • Plester semen umumnya dibuat dengan mencampurkan semen dan juga pasir dengan perbandingan 1:3, 1:4, atau 1:5.

Alat dan Bahan

Berikut daftar alat dan bahan yang diperlukan untuk pekerjaan plester dan acian dinding. Alat dan bahan berikut harus tersedia secara keseluruhan, jika tidak hasilnya tidak akan maksimal.

  • Semen
  • Benang
  • Roskam
  • Jidar
  • Meteran
  • Ember
  • Cetok
  • Pasir
  • Air
  • Triplek
  • Kawat kecil (opsional)
  • Kertas bekas sak semen
  • Tangga

Cara Plester Dinding

Plesteran dinding yang bagus biasanya tergantung pada bahan campuran yang digunakannya. Di bawah ini penjelasan tentang cara plester dinding dengan benar.

  1. Pertama-tama, Anda perlu mendirikan dinding bangunan dengan menyusun batubata atau batako terlebih dahulu sesuai perencanaan yang telah ditentukan sebelumnya. Lalu, pastikan dinding tersebut sudah terpasang dengan posisi yang benar-benar tegak. Hal ini dikarenakan berpengaruh besar terhadap kuantitas adukan yang diperlukan, dimana dinding yang rapi cenderung lebih hemat ketimbang tembok yang bengkok.
  2. Selanjutnya, buatlah adukan plesteran dari campuran semen, pasir, dan juga air dengan perbandingan berdasarkan spesifikasi bangunan yang akan dibuat. Anda juga perlu memperhatikan contoh adukan yang disarankan pada kemasan sak semen. Adapun pemakaian komposisi bahan bangunan yang tepat akan menghasilkan adukan plester berkualitas tinggi.
  3. Berikutnya, sebelum proses memplester dinding dimulai, Anda perlu membasahi dinding dengan air secukupnya terlebih dahulu, Hal ini guna kondisinya menjadi jenuh. Sehingga, adukan plester pun menjadi lebih mudah menempel pada permukaan dinding.
  4. Terakhir, siapkan dinding yang akan diplester. Dimana caranya adalah Anda perlu membentangkan benang yang berbandul secara tegak vertikal. Perlu Anda ketahui bahwa benang ini bertujuan untuk membatasi ruang kerja di dinding, sehingga Anda dapat fokus pada satu bidang. Ketebalan yang disarankan berkisar 1,5-3 cm dengan tetap memperhatikannya dari segi rata dan tegaknya benang.

Adapun langkah-langkah di atas perlu diulangi hingga seluruh dinding batu bata yang sudah dibangun tersebut tertutupi oleh plester. Saat hendak membentangkan benang sebagai pembatas ruang kerja, ada baiknya Anda menggunakan lebar antara 1-1,5 meter agar proses plester dapat semakin terfokus.

Baca Juga : Harga Semen

Sedangkan, untuk memastikan permukaan plester sudah merata, Anda bisa menggunakan jidar dengan teratur. Perlu diingat bahwa Anda perlu menghindari proses kerja yang terburu-buru. Hal ini dikarenakan proses kerja yang terburu-buru pasti akan menghasilkan kualitas plester yang buruk.

Penting juga untuk Anda perhatikan yaitu lakukan penyiraman air pada seluruh dinding yang telah diplester selama kurang lebih 7 hari berturut-turut. Hal ini bertujuan agar meningkatkan kepadatan plester dan mampu mencegah terjadinya dinding retak. Jika sudah mengering kembali, Anda dapat memulai pekerjaan mengaci guna memperhalus permukaan dinding tersebut.

Cara Mengaci Dinding

Cara mengaci yang baik dan benar dapat memperpanjang umur pakai dinding, karena mampu melindungi konstruksi dinding dari kelembaban dan kondisi cuaca yang ekstrem. Berikut langkah – langkah mengaci plester dinding yang benar.

  1. Pastikan kondisi plesteran dinding sudah kering, untuk usia ideal mengaci plester dinding adalah antara 2 – 3 minggu setelah plesteran selesai. Jika kondisi plesteran belum terlalu kering, akan berdampak pada acian yang akan mudah retak susut nantinya.
  2. Bersihkan permukaan plesteran dari kotoran yang menempel, anda bisa menggunakan sikat untuk membersihkan kotoran debu.
  3. Buatlah adonan semen dicampur air dengan kekentalan yang cukup.
  4. Basahi plesteran menggunakan air secukupnya, agar adonan semen mudah menempel.
  5. Lakukan pengacian dengan melapiskan adonan semen dengan menggunakan roskam baja dan berikan tekanan yang cukup agar adonan menempel dengan baik.
  6. Untuk memperlebar jangkauan acian, gunakan roskam kayu untuk meratakan adonan acian pada permukaan plesteran.
  7. Ketebalan acian yang baik berkisar antara 1 – 3mm. Lebih dari itu akan mudah menyebabkan tembok retak susut ketika acian sudah mengering.
  8. Perhalus permukaan acian dengan roskam baja secara searah, anda juga bisa menggunakan media kertas bekas bungkus semen untuk menggosok.

Cara plester dinding diatas diharapkan dapat menjadi referensi bagi Anda yang hendak memperhalus permukaan dinding rumah. Selain mudah dan simpel, cara diatas dijamin ampuh dalam mengatasi segala permasalahan plester dan acian pada dinding rumah.

Leave a Comment